Minggu, 31 Maret 2019

KESEHATAN KERJA

Kompetensi Dasar

3.8: Menganalisis kesehatan kerja, siswa mampu:
       1.Mendeskripsikan pengertian kesehatan kerja 
       2.Menentukan tujuan kesehatan kerja 
       3.Menentukan program kerja laboratorium
       4.Menentukan kriteria kerja di laboratorium sesuai SOP (Standart Operating Procedure)
       5.Menentukan faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja di laboratorium
       6. Menentukan cara menghindari kecelakaan kerja di laboratorium

4.8: Melakukan identifikasi resiko bahaya kerja, siswa mampu:
1.Melakukan identifikasi resiko terjadinya bahaya kerja 
       2. Mengelompokan jenis bahaya kerja

MATERI

1. PENGERTIAN KESEHATAN KERJA
  •     Kesehatan kerja merupakan suatu bentuk adanya jaminan kesehatan yang diberikan pada seseorang pada saat melakukan sebuah pekerjaan (Hartati,dkk., 2018)
  •        Kesehatan kerja adalah sebagai suatu spesialisasi yang terdapat dalam ilmu kesehatanHal ini agar masyarakat pekerja dapat memperoleh derajat kesehatan dgn baik (fisik, mental, sosial) dengan berbagai usaha preventif dan kuratif terhadap berbagai jenis penyakit & berbagai gangguan kesehatan yang bisa terjadi karena faktor-faktor pekerjaan/ lingkungan kerja (Suma’mur). 

2. TUJUAN KESEHATAN KERJA
1).Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan aman
2).Pekerja lebih nyaman dan leluasa dalam menjalankan tugas
3).Untuk menjamin kesehatan dan keselamatan pekerja

3. PROGRAM KERJA LABORATORIUM
  •        Kepala laboratorium (Ka Lab) adalah penanggung jawab tertinggi dalam pelaksanaan keamanan laboratorium.
  •        Dalam pelaksanaannya, Ka Lab dapat menunjuk petugas/ membentuk tim keamanan kerja lab.
  •        Mempunyai kewajiban merencanakan dan memantau pelaksanaan keamanan kerja program kerja
Program kerja laboratorium meliputi:
1). Melakukan pemeriksaan dan pengarahan secara berkala terhadap metode/ prosedur dan pelaksanaan kerja, serta bahan habis pakai dan peralatan kerja, termasuk untuk kegiatan penelitian
2). Memastikan semua petugas laboratorium (lab) memahami dan dapat menghindari bahaya infeksi
3). Melakukan penyelidikan semua kecelakaan di dalam laboratorium yang memungkinkan terjadinya pelepasan/ kebocoran/ penyebaran bahan infektif
4). Melakukan pengawasan dan memastikan semua tindakan dekontaminasi yang telah dilakukan jika ada tumpahan/ percikan bahan infektif
5). Memastikan bahwa tindakan desinfeksi telah dilakukan terhadap peralatan laboratorium yang akan diperbaiki
6). Menyediakan kepustakaan/ rujukan keamanan kerja yang sesuai dan informasi untuk petugas lab tentang perubahan prosedur, metode teknis, & pengenalan pada alat baru
7). Menyusun jadwal kegiatan pemeliharaan kesehatan bagi petugas lab
8). Memantau petugas lab yg sakit/ absen yg mungkin berhubungan dengan pekerjaan di lab dan melaporkannya pada pimpinan lab
9). Memastikan bahwa bahan bekas pakai & limbah infentif dibuang secara aman setelah melalui proses dekontaminasi sebelumnya
10). Mengembangkan sistem pencatatan, yaitu tanda terima, pencatatan perjalanan & pembuangan bahan patogenik, serta mengembangkan prosedur pemberitahuan kepada petugas lab tentang adanya bahan infektif yang baru di lab
11). Memberi tahu Ka lab tentang adanya mikroorganisme yang harus dilaporkan kepada pejabat kesehatan setempat/ nasional & badan tertentu
12). Membuat sistem panggil untuk keadaan darurat yang timbul di luar jam kerja
13). Membuat rencana dan melaksanakan pelatihan keamanan lab bagi seluruh petugas lab
14). Mencatat secara rinci kecelakaan kerja di lab & melaporkannya kepada Ka. Lab

4. KRITERIA KERJA DI LABORATORIUM SESUAI SOP (Standart Operating Procedure)

Standar Operasional Prosedur Laboratorium (Standar Keselamatan & Kesehatan Kerja) di laboratorium (Depkes R.I, 2002):
1).Pakailah jas laboratorium saat berada dalam ruang pemeriksaan/ di ruang laboratorium. Tinggalkan jas lab di ruang lab setelah selesai bekerja 
2). Cuci tangan sebelum pemeriksaan
3). Menggunakan Alat Perlindungan Diri (masker, handschoon, kacamata, sepatu tertutup)
4). Semua specimen harus dianggap infeksius (sumber penular), oleh karena itu harus ditangani dengan sangat hati-hati
5). Semua bahan kimia harus dianggap berbahaya
6). Tidak makan, minum, merokok di dalam Lab
7). Tidak menyentuh mulut dan mata saat sedang bekerja
8). Tidak menyimpan makanan di dalam lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan bahan-bahan klinik/ riset
9). Tidak melakukan pengisapan pipet melalui mulut. Gunakan peralatan mekanik ( pengisap karet) / pipet otomatis
10). Tidak membuka sentrifuga sewaktu masih berputar
11). Menutup ujung tabung penggumpal darah dgn kertas/ kain/ jauhkan dari muka sewaktu membuka
12). Bersihkan semua peralatan bekas pakai dengan desinfektan larutan klorin 0,5% dengan cara direndam selama 20-30 menit
13). Bersihkan permukaan tempat bekerja/ meja kerja setiap kali selesai bekerja dengan desinfektan larutan klorin 0,5%
14). Pakai sarung tangan rumah tangga sewaktu membersihkan alat-alat laboratorium dari bahan gelas
15). Gunakan tempat anti tembus dan anti bocor untuk menempatkan bahan-bahan yang tajam
16). Letakkan bahan-bahan limbah infeksi di dalam kantong plastik/ wadah dengan penutup yang tepat
17). Cuci tangan dengan sabun dan beri desinfektan setiap kali selesai bekerja

5. FAKTOR-FAKTOR yang DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM
1) Faktor manusia/ pribadi
     a. Kurangnya kemampuan fisik, mental, psikologisnyas                   b. Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan/ keahlian
        c. Motivasi yang tidak cukup dan salah
2) Faktor kerja/ lingkungan
•Tdk cukup kepemimpinan & / pengawasan
•Tidak cukup rekayasa (engineering)
• Tidak cukup pembelian/ pengadaan barang
•Tidak cukup perawatan (maintenance)
•Tidak cukup alat-alat, perlengkapan, & bahan/barang
•Tidak cukup standar-standar kerja penyalahgunaan
3) Faktor peralatan pengaman/ pelindung/ rintangan yang tidak memadai/ tidak memenuhi syarat
     a. Bahan & alat/ peralatan rusak
     b. Terlalu sesak/ sempit
     c. Sistem-sistem tanda peringatan yang kurang memadai
     d. Bahaya-bahaya kebakaran dan ledakan
     e. Kerapian/ tata letak (house keeping) yang buruk
     f. Lingkungan berbahaya/ beracun: gas, debu, asap, uap, dsb
     g. Bising
     h. Paparan radiasi
     i. Ventilasi & penerangan yang kurang baik
4) Tindakan berbahaya yang akan menyebabkan kecelakaan
     Tindakan berbahaya (unsafe act/ tindakan-tindakan yang tidak standar) adalah tingkah laku, tindak tanduk, / perbuatan yang akan menyebabkan kecelakaan, misalnya:
a. Mengoperasikan alat/ peralatan tanpa wewenang
b. Gagal memberi peringatan
c. Gagal mengamankan
d. Bekerja dengan kecepatan yang salah
e. Menyebabkan alat-alat keselamatan tidak berfungsi
f. Memindahkan alat-alat keselamatan
g. Menggunakan alat yg rusak
h. Menggunakan alat dgn cara yg salah
i. Kegagalan memakai APD secara benar

6. CARA MENGHINDARI KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM
qPrinsip agar Lab aman dari kecelakaan :
1.Semua kecelakaan sekecil apapun yang mungkin terjadi harus dapat dicegah sedini mungkin
2.Lingkungan kerja (bangunan, alat, sistem, & sarana lab harus diatur sedemikian rupa
3.Setiap orang yang bekerja di lab harus dilatih bekerja aman, bersih, & disiplin
Jika terjadi kecelakaan lab, segera hubungi Badan Layanan/ Personel seperti:
1.Biological Safety Officer
2.Pejabat Lab
3.Engineering/ Water/ Gas/ electrical.
qPengendalian PAK (Penyakit Akibat Kerja) dan kecelakaan melalui penerapan kesehatan & keselamatan kerja:
1.Pengendalian melalui perundang-undangan (legislative control)
1).UU No. 14 thn 1969 tentang ketentuan –ketentuan pokok
2).Petugas kesehatan & non kesehatan
3).UU. No. 1 thn 1970 tentang keselamatan kerja
4).UU. No 23 thn 1992 tentang kesehatan
5).Permenkes tentang higiene & sanitasi lingkungan
6).Peraturan penggunaan bahan – bahan berbahaya
7).Peraturan/ persyaratan pembuangan limbah
2.Pengendalian melalui administrasi/ organisasi (administrative control)
1).Persyaratan penerimaan tenaga medis, paramedis, & tenaga non medis
2).Pengaturan jam kerja, lembur, & shift
3).Menyusun prosedur kerja tetap (SOP) utk tiap instalasi & melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya
4).Melaksanakan prosedur keselamatan kerja & melakukan pengawasan agar prosedur tsbt dilaksanakan
5).Melaksanakan pemeriksaan secara seksama penyebab kecelakaan kerja & mengupayakan pencegahannya
3.Pengendalian secara teknis (engineering control)
1).Substitusi dari bahan kimia, alat kerja atau proses kerja
2).Isolasi dari bahan-bahan kimia, alat kerja, proses kerja, petugas kesehatan & non kesehatan
3).Perbaikan sistem ventilasi
4.Pengendalian melalui jalur kesehatan (medical control) 
Yaitu upaya untuk menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara:
1).Mengenal kecelakaan & Penyakit Akibat Kerja (PAK)
2).Pencegahan meluasnya gangguan yang sudah ada (terhadap pekerja itu sendiri maupun terhadap orang di sekitarnya)

LEMBAR KERJA SISWA
Mendemonstrasikan cara mengidentifikasi risiko bahaya untuk mencegah kecelakaan kerja dengan benar.
Judul Praktik: Demonstrasi cara mengidentifikasi risiko bahaya untuk mencegah kecelakaan kerja dengan benar.
Tujuan: Setelah mengikuti kegiatan ini siswa dapat memiliki kompetensi untuk mendemonstrasikan cara mengidentifikasi risiko bahaya untuk mencegah kecelakaan kerja dengan benar.
Alat dan Bahan: Beberapa peralatan darurat dan alat perlindungan diri/ APD untuk mencegah kecelakaan kerja
Prosedur:
A. Bentuklah kelompok dengan anggota berjumlah 8 orang 
B. Bagilah masing-masing kelompok untuk membahas 5 peralatan darurat/ APD dan membawa salah satu peralatan darurat/ APD
C. Masing-masing kelompok menunjukkan, menjelaskan kegunaannya serta mendemonstrasikan bagaimana cara penggunaannya
D. Lakukan proses tanya jawab

E. Buat kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
Handayati, Anik. 2017. Dasar manajemen laboratorium dan kesehatan lingkungan : program keahlian teknologi laboratorium medik untuk SMK/ MAK kompetensi keahlian teknologi laboratorium medik. Jakarta: EGC

Hartati, dkk. 2018. K3LH program keahlian farmasi untuk SMK/ MAK program keahlian farmasi kelas X. Jakarta: EGC




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TINDAKAN DASAR KEPERAWATAN PEMBERIAN OBAT (ORAL, TETES, TOPICAL, DAN SUPOSITORIA

  A.   KONSEP DASAR PEMBERIAN OBAT ORAL 1.   Definisi Pemberian obat per oral adalah menyiapkan dan memberikan obat untuk klien, yang ...