3.1 Menganalisis infeksi
3.2 Melakukan identifikasi terjadinya infeksi
Indikator Pencapaian Kompetensi:
1. Menganalisis infeksi:
a. Menjelaskan definisi infeksi dan infeksi nosokomial
b. Menjelaskan rantai proses infeksi
c. Mengklasifikasikan jenis infeksi
d. Mendeteksi faktor yang mempengaruhi proses infeksi
e. Mendeteksi tanda - tanda infeksi
f. Menyeleksi tindakan pencegahan infeksi
2. Melakukan identifikasi terjadinya infeksi:
a. Menerapkan prinsip pencegahan infeksi nosokomial
Uraian Materi
1. Konsep Infeksi
a. Definisi infeksi dan infeksi nosokomial
Infeksi adalah proses invasif oleh mikroorganisme dan berploriferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit( Potter & Perry, 2005).
Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit maupun tempat pelayanan kesehatan yang berasal dari proses penyebaran di sumber pelayanan kesehatan.
Menurut WHO infeksi nosokomial adalah adanya infeksi yang tampak pada pasien ketika berada di rumah sakit/ fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, dimana infeksi tersebut tidak tampak pada saat pasien diterima di rumah sakit.
Menurut Olmsted RN (1996) dan Ducel, G (2002) infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang diperoleh atau dialami oleh pasien selama dia dirawat di rumah sakit dan menunjukkan gejala infeksi baru setelah 72 jam pasien berada di rumah sakit serta infeksi itu tidak ditemukan atau diderita pada saat pasien masuk ke rumah sakit.
b. Rantai proses infeksi
Rantai proses infeksi adalah rangkaian proses masuknya kuman ke dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan radang/ penyakit. Proses tersebut melibatkan beberapa unsur seperti:
1). Reservoir/ sumber penyakit adalah tempat dimana mikroorganisme dapat berkembang dan bereproduksi
2). Tempat keluar/ jalan keluar adalah tempat keluarnya mikroorganisme dari reservoir
3). Cara penularan/ Jalur penyebaran adalah jalur yang dapat menyebarkan berbagai kuman mikroorganisme ke berbagai tempat.
4). Tempat masuk/ jalan masuk adalah lintasan masuknya mikroorganisme ke tempat penampungan dari berbagai kuman
5). Pejamu/ inang/ host adalah tempat berkembangnya mikroorganisme yang dapat didukung oleh ketahanan kuman
Gambar 1.1
Rantai Infeksi
1). Kolonisasi
Merupakan suatu proses dimana benih mikroorganisme menjadi flora yang menetap/ flora residen. Mikroorganisme bisa tumbuh dan berkembang biak tetapi tidak dapat menimbulkan penyakit. Infeksi terjadi ketika mikroorganisme yang menetap tadi sukses mengivasi/ menyerang bagian tubuh host/ manusia yang sistem pertahanannya tidak efektif dan patogen menyebabkan kerusakan jaringan.
2). Infeksi lokal
artinya spesifik dan terbatas pada bagian tubuh dimana mikroorganisme tinggal
3). Infeksi sistemik
artinya infeksi terjadi bila mikroorganisme menyebar ke bagian tubuh yang lain dan menimbulkan kerusakan
4). Bakterimia
artinya infeksi terjadi ketika dalam darah ditemukan adanya bakteri
5). Septikemia
artinya infeksi terjadi karena multiplikasi bakteri dalam darah sebagai hasil dari infeksi sistemik
6). Infeksi akut
artinya infeksi muncul dalam waktu singkat.
7). Infeksi kronik
artinya infeksi yang terjadi secara lambat dalam periode yang lama (dalam hitungan bulan sampai tahun)
d. Faktor yang mempengaruhi proses infeksi
Faktor - faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya proses infeksi antara lain:
1). Sumber penyakit
Sumber infeksi nosokomial berupa: pasien, petugas kesehatan, pengunjung, sumber lainnya.
2). Kuman penyebab : bakteri, jamur, virus, parasit
3). Cara pembebasan sumber kuman: berhubungan dengan tempat keluarnya kuman dari reservoir berupa ekskreta (produk buangan tubuh seperti air seni, feses, keringat), sekreta (setiap senyawa hasil sekresi).
4). Cara penularan:
- Melalui kontak (langsung maupun tidak langsung)
- Melalui percikan (droplet)
- Melalui udara (airbone)
- Melalui perantara
- Melalui vektor
5). Cara kuman untuk masuk
Kuman dapat masuk melalui lapisan mukosa kulit, luka, saluran pencernaan, genitourinaria, dan pernapasan
6). Daya tahan tubuh
7). Faktor lain seperti status gizi, faktor usia, kebiasaan, dsb
e. Tanda - tanda infeksi
1). Calor (Panas)
2). Dolor (rasa nyeri)
3). Rubor (kemerahan)
4). Tumor (pembengkakan)
5). Fungtio laesa (perubahan fungsi)
f. Tindakan pencegahan infeksi
1). Aseptic/ Asepsis
adalah tindakan yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan untuk mengurangi/ menghilangkan jumlah mikroorganisme, baik pada permukaan benda mati maupun benda hidup agar alat - alat kesehatan dapat digunakan dengan aman.
Ruang lingkup asepsis dibagi menjadi 2:
1. Asepsis medis
Tujuan: mencegah penyebaran mikroorganisme.
Contoh: mencuci tangan, mengganti linen, menggunakan cangkir untuk obat
2. Asepsis bedah
adalah teknik steril yang merupakan prosedur untuk membunuh mikroorganisme.
Teknik ini untuk tindakan invasif. Objek terkontaminasi jika tersentuh oleh benda tidak steril. Prinsip -prinsip asepsis bedah adalah:
- segala alat yang digunakan harus steril
- alat yang steril akan tidak steril bila tersentuh
- alat yang steril harus berada pada area yang steril
Prinsip tindakan asepsis pada umumnya adalah:
1. Semua benda haruslah steril ketika menyentuh kulit yang merekah atau dimasukkan ke dalam kulit untuk menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh, atau yang dimasukkan ke dalam rongga badan yang dianggap steril.
2. Dilarang membelakangi tempat yang steril
3. Peganglah objek -objek yang steril setinggi atas pinggang. Hal ini bertujuan agar objek - objek itu dapat terlihat jelas dan dapat mencegah terjadinya kontaminasi.
4. Hindari berbicara, bersin, dan batuk saat mengambil atau memegang suatu objek steril.
5. Jangan menumpahkan larutan apapun pada kain/ kertas yang sudah steril.
6. Bukalah bungkusan steril sedemikian rupa, sehingga ujung pembungkusnya tidak mengarah pada si petugas.
7. Objek yang steril menjadi tercemar jika bersentuhan dengan objek yang tidak steril
8. Cairan mengalir menurut arah gravitasi bumi, jika forcep dipegang sehingga cairan desinfektan menyentuh bagian yang steril, maka forcep itu sudah tercemar
2). Antiseptic
adalah upaya pencegahan infeksi dengan menggunakan suatu zat atau bahan yang dapat membunuh atau melemahkan pertumbuhan mikroorganisme pada kulit dan jaringan tubuh lain tetapi spora dan virus yang mempunyai daya tahan yang sangat kuat masih tetap hidup.
Contoh antiseptik (kimiawi): yodium/ iodine, hidrogen peroksida, alkohol
Contoh antiseptik (alamiah): propolis, minyak cengkeh, madu, kayu manis, bunga rosela, minyak oregano, daun kemangi, kunyit, jahe, daun jambu biji, dsb
Contoh tindakan antiseptik : Penggunaan larutan 2% iodium dalam alkohol 70% untuk membasmi kuman yang ada di permukaan kulit sebelum injeksi obat.
3). Dekontaminasi
adalah upaya mengurangi dan atau menghilangkan kontaminasi oleh mikroorganisme pada orang, peralatan, bahan, dan ruang melalui desinfeksi dan sterilisasi dengan cara fisik dan kimiawi.
Gambar 1.2
Dekontaminasi
4). Desinfeksi
adalah upaya untuk mengurangi dan atau menghilangkan jumlah mikroorganisme pathogen penyebab penyakit (tidak termasuk spora) pada benda mati atau permukaan jaringan tubuh dengan cara fisik dan kimiawi.
5). Sterilisasi
adalah upaya untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit) dan spora dengan cara fisik dan kimiawi.
6). Mencuci tangan
adalah tindakan dasar mencegah terjadinya penyebaran infeksi.
Tujuan: - menurunkan jumlah mikroorganisme di tangan
- menurunkan resiko perpindahan mikroorganisme ke klien
- menurunkan resiko kontaminasi silang antara klien
- menurunkan resiko perpindahan organisme sumber infeksi ke diri perawat dan klien
- menjaga kebersihan perseorangan
- mencegah terjadinya infeksi nosokomial
Indikasi: - sebelum dan sesudah kontak dengan pasien
- sesudah terkena cairan tubuh klien
- sebelum melakukan tindakan aseptik
- setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien
Jenis cuci tangan menurut Nursalam dan Ninuk (2007) :
1. Cuci tangan rutin (higienic)
Tujuan: mengurangi kotoran dan flora menggunakan sabun / detergen biasa
waktu: 40 - 60 detik dengan setiap gerakan diulang 7x
Gambar 1.3
Langkah Cuci Tangan
Gambar 1.4
Langkah cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
adalah cuci tangan sebelum tindakan aseptik pada pasien dengan menggunakan antiseptik
waktu : 20 - 30 detik dengan setiap gerakan diulang 5x
Gambar 1.5
Langkah mencuci tangan menggunakan alkohol handrub
3. Cuci tangan bedah
adalah cuci tangan sebelum tindakan bedah pada pasien dengan tindakan aseptik menggunakan antiseptik dan sikat steril.
Waktu : 5 - 7 menit saat menyikat tangan, kuku, dan lengan bawah atau masing-masing 10 gosokan pada masing-masing bidang.
Teknik cuci tangan bedah dilakukan saat:
- tangan sudah sangat bersih dan kering setelah dicuci dengan sabun dan air, setelah tiba di ruang operasi dan telah menggunakan APD seperti masker, topi.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Setelah cuci tangan steril, masuk ke ruang operasi dengan memegang tangan di atas siku
- Setelah di ruang operasi, tangan dan lengan dikeringkan dengan menggunakan handuk steril dan teknik aseptik sebelum mengenakan gaun dan sarung tangan steril.
- Setelah operasi saat melepas sarung tangan, tangan harus digosok dengan alkohol atau cuci tangan dengan sabun dan air jika ada sisa talk atau cairan (misalnya sarung tangan tertusuk).
2. Melakukan identifikasi terjadinya infeksi
a. Menerapkan prinsip pencegahan infeksi nosokomial:
1) Mencuci tangan biasa
CHECK LIST
OBSERVASI
MENCUCI TANGAN BIASA
No
|
Aspek Yang dinilai
|
Pelaksanaan
|
Bobot
|
Keterangan
|
|
Benar
|
Salah
|
||||
1
|
Persiapan Alat :
- Bak cuci tangan dengan air kran yang
mengalir
- Sabun antiseptik dan tissue sekali pakai
|
1
|
|||
Persiapan Perawat
|
|||||
2
|
Lepaskan jam tangan atau perhiasan yang menempel (cincin dan gelang),
kuku dalam keadaan bersih dan pendek
|
1
|
|||
3
|
Gulung bagian lengan baju sampai di atas siku
|
1
|
|||
4
|
Berdiri di depan bak cuci tangan, tangan dan baju jangan menempel di sisi
bak cuci tangan
|
1
|
|||
Pelaksanaan
|
|||||
5
|
Nyalakan kran air dan basuh tangan dengan air, hindari cipratan air
mengenai baju perawat, posisi pergelangan tangan selalu lebih rendah di bawah
siku pada saat mencuci tangan
|
1
|
|||
6
|
Tuangkan sabun antiseptik (± 1-3 cc)
|
1
|
|||
7
|
Ratakan dengan kedua tangan. Gosok pada punggung dan sela-sela jari
tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan sebaliknya
|
1
|
|||
8
|
Gosok kedua telapak dan sela-sela jari
|
1
|
|||
9
|
Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci
|
1
|
|||
10
|
Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman kanan, dan lakukan
sebaliknya
|
1
|
|||
11
|
Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan
kiri dan sebaliknya
|
1
|
|||
12
|
Gosok pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan, dan
sebaliknya
|
1
|
|||
13
|
Bilas kedua tangan dengan air
|
1
|
|||
14
|
Keringkan dengan tisue sekali pakai
|
1
|
|||
15
|
Gunakan tisue yang sudah dipakai untuk menutup kran
|
1
|
|||
16
|
Buang tisue di tempat sampah
|
1
|
|||
Sikap
|
|||||
17
|
Melakukan tindakan dengan sistematis
|
1
|
|||
18
|
Percaya diri
|
1
|
Tanggal:
|
|
Nilai
|
|
Pembimbing
|
|
Siswa
|

18
=
NILAI PRETEST/
RESPONSI = (nilai dalam puluhan)
=

2
=
2). Mencuci tangan steril
CHECK LIST OBSERVASI
MENCUCI TANGAN STERIL (SCRUBBING)
NO
|
ASPEK
YANG DINILAI
|
Pelaksanaaan
|
Bobot
|
Keterangan
|
|
Benar
|
Salah
|
||||
1
|
Menyiapkan alat:air hangat mengalir, cairan desinfektan dan pompanya,
sikat steril. Lidi kuku
|
1
|
|||
2
|
Mengecek:
-pastikan topi dan masker sudah terpasang dengan benar dan nyaman
dipakai,
-pastikan lengan baju diatas siku, kuku jari tangan pendek, perhiasan
(gelang, cincin, jam tangan) dilepas
|
1
|
|||
3
|
Membasahi tangan dengan air
sampai lengan bawah (siku) selama 1 menit
|
1
|
|||
4
|
Mengambil cairan desinfektan dan
meratakannya ke seluruh permukaan tangan sampai siku
|
1
|
|||
5
|
Membilas tangan dengan posisi telapak tangan lebih tinggi dari siku selama 1 menit
|
1
|
|||
6
|
Membersihkan kuku-kuku dengan
nail cleaner/lidi kuku (bila kuku kotor)
|
1
|
|||
7
|
Menggosok dengan sikat mulai
dari telapak tangan, punggung tangan, ujung kuku, sela-sela jari. Masing-masing bidang 10 gosokan.
|
1
|
|||
8
|
Kemudian menggosok selama 10x bagian atas lengan tangan sampai selesai dilanjutkan
dengan bagian atas lengan tangan yang lain, dilanjutkan menggosok 10x lengan
bawah sampai bawah siku dilanjutkan menggosok bagian lengan bawah pada tangan
yang lain dengan posisi telapak tangan lebih tinggi dari siku
|
1
|
|||
9
|
Membilas dengan air mengalir dengan posisi telapak tangan lebih tinggi
dari siku selama 1 menit
|
1
|
|||
10
|
Menghindari tangan menyentuh benda lain yang tidak steril di sekitarnya
|
1
|
Tanggal:
|
|
Nilai
|
|
Pembimbing
|
|
Siswa
|

10
=
NILAI PRETEST/
RESPONSI = (nilai dalam puluhan)
=

2
=
3). Memakai sarung tangan sterilTujuan:
- Memudahkan perawat untuk memegang alat steril dengan bebas
- Menjaga area dan alat tetap steril
- Melindungi klien akan adanya kemungkinan transmisi mikroorganisme yang ada di tangan perawat
Indikasi:
Sebelum melakukan prosedur yang membutuhkan kesterilan, misalnya pada saat pemasangan folley catheter atau melaukan perawatan luka post operasi.
CHECK LIST OBSERVASI
MEMAKAI SARUNG TANGAN STERIL (GLOVING)
NO
|
ASPEK
YANG DINILAI
|
Pelaksanaan
|
Bobot
|
Keterangan
|
|
Benar
|
Salah
|
||||
1
|
Menyiapkan alat:
- Pack yang berisi sarung tangan steril
- Meja/permukaan yang bersih/steril untuk meletakkan pack sarung tangan
|
1
|
|||
2
|
Mengecek :
Gaun operasi sudah dikenakan secara benar
Gaun operasi tidak menyentuh benda lain yang tidak steril
|
1
|
|||
3
|
Ambil sarung tangan pertama dari pack dengan cara memegang manset (lipatan
sarung tangan) bagian dalam.
Sarung tangan diangkat dan jauh dari badan, seatas pinggang, sarung
tangan bagian jari-jari berada di bawah
|
1
|
|||
4
|
Selipkan atau masukkan tangan pertama pada sarung tangan.
Hanya boleh memegang bagian dalam
sarung tangan saja
|
1
|
|||
5
|
Ambil sarung tangan kedua dari pack dengan tiga jari tangan yang sudah
menggunakan sarung tangan di sisi bawah manset. Angkat sarung tangan jauh
dari badan setinggi pinggang, masukkan tangan ke dua kedalam sarung tangan
dan hanya boleh memegang bagian dalam sarung tangan saja
|
1
|
|||
6
|
Tarik sarung tangan setinggi
pinggang dengan tangan pertama yang sudah memakai sarung tangan tanpa
menyentuh kedua lengan
|
1
|
|||
7
|
Menghindari menyentuh benda lain di sekitarnya
|
1
|
Tanggal:
|
|
Nilai
|
|
Pembimbing
|
|
Siswa
|

7
=
NILAI PRETEST/
RESPONSI = (nilai dalam puluhan)
=

2
=
4). Memakai dan melepas APD untuk merawat klien di ruang isolasiTujuan: melindungi perawat dan klien dari transmisi mikroorganisme
Indikasi: APD efektif dipakai perawat jika:
- klien menderita penyakit dengan gangguan imunitas
- klien menderita penyakit dengan tingkat infeksi yang tinggi
CHECK LIST OBSERVASI
MEMAKAI & MELEPAS APD (Alat Pelindung Diri) UNTUK MERAWAT KLIEN DI
RUANG ISOLASI
NO
|
ASPEK
YANG DINILAI
|
Pelaksanaaan
|
Bobot
|
Keterangan
|
|
Benar
|
Salah
|
||||
1
|
Persiapan Alat:
·
Sarung tangan bersih
·
Masker
·
Gaun celemek
|
1
|
|||
Persiapan Perawat:
|
|||||
1
|
Gulung rambut serapi mungkin
|
1
|
|||
2
|
Cuci tangan
|
1
|
|||
Memakai sarung tangan
bersih:
|
|||||
1
|
Pasang sarung tangan di tangan
kanan terlebih dahulu (jika tangan kanan adalah tangan dominan)
|
1
|
|||
2
|
Pasang sarung tangan di tangan
kiri
|
1
|
|||
Memakai masker:
|
1
|
||||
1
|
Cari ujung atas masker (masker biasanya mempunyai lempengan logam tipis
di sepanjang pinggirannya)
|
1
|
|||
2
|
Pegang masker pada bagian atas kedua tali/ kulit
|
1
|
|||
3
|
Talikan kedua tali atas secara tepat di belakang atas kepala anda. Dengan
tali di atas telinga anda (alternatif selipkan pengikat di masing-masing
telinga). Posisi tali di atas kepala memberikan ikatan yang kuat
|
1
|
|||
4
|
Dengan lembut tekan bagian atas logam di atas tonjolan hidung anda
|
1
|
|||
Memakai gaun celemek:
|
|||||
1
|
Pakai gaun sampai menutupi pakaian perawat
|
1
|
|||
2
|
Tarik lengan baju sampai ke bagian pergelangan tangan
|
1
|
|||
3
|
Ikatkan tali gaun(biasanya ada di bagian posterior leher kepala, dada,
dan pinggul)
|
1
|
|||
Melepas masker, gaun
celemek, dan sarung tangan:
|
|||||
1
|
Buka kedua ikatan masker
|
1
|
|||
2
|
Lipat masker ke bagian tengahnya dengan kedua permukaan dalamnya bertemu
|
1
|
|||
3
|
Buang masker ke tempat khusus
|
1
|
|||
4
|
Buka ikatan gaun celemek
|
1
|
|||
5
|
Biarkan gaun jatuh ke arah depan dari arah bahu (tapi jangan sampai jatuh
ke lantai)
|
1
|
|||
6
|
Lipat atau gulung gaun tanpa menyentuh bagian luar celemek
|
1
|
|||
7
|
Masukkan ke dalam bak cucian medis
|
1
|
|||
8
|
Lepaskan sarung tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan, perawat
hanya menyentuh dan menarik bagian luar sarung tangan kiri tidak agar bagian
tangan kiri tidak terkena sisa-sisa kotoran klien
|
1
|
|||
9
|
Genggam sarung tangan kiri yang sudah terlepas di tangan kanan
|
1
|
|||
10
|
Lepaskan sarung tangan kanan dengan cara tangan kiri menarik sarung
tangan dari arah dalam sarung tangan kanan agar tangan kiri tidak menyentuh
bagian luar sarung tangan kanan
|
1
|
|||
11
|
Buang sarung tangan ke dalam bengkok/ tempat sampah medis
|
1
|
|||
12
|
Cuci tangan
|
1
|
|||
Sikap Kerja
|
|||||
1
|
Melakukan tindakan dengan sistematis
|
1
|
|||
2
|
Percaya diri
|
1
|
Tanggal:
|
|
Nilai
|
|
Pembimbing
|
|
Siswa
|

26
=
NILAI PRETEST/
RESPONSI = (nilai dalam puluhan)
=

2
=
5). Membuka paket biasa
CHECK LIST
OBSERVASI
Membuka Paket Biasa
NO
|
Komponen
Penilaian
|
Pelaksanaan
|
Bobot
|
Ket
|
|
Benar
|
Salah
|
||||
Untuk membuka pembungkus paket pada
permukaan:
|
|||||
1
|
Letakkan
paket di tengah sehingga penutup jauh dari perawat
|
1
|
|||
2
|
Sentuh paket
sambil apit penutup pertama pada pembungkus dengan ibu jari dan jari telunjuk
|
1
|
|||
3
|
Tarik
penutup dan buka letakkan di permukaan
|
1
|
|||
4
|
Ulangi lagi
untuk sisi penutup lainnya
|
1
|
|||
5
|
Gunakan
sarung tangan kanan untuk membuka sisi kanan dan kiri untuk membuka sisi kiri
|
1
|
|||
6
|
Tarik
penutup keempat ke arah perawat dengan menggenggam sudutnya yang ada di bawah
|
1
|
|||
7
|
Membuka
paket sambil memegangnya:
Pegang paket
dengan 1 tangan dengan penutup atasnya terbuka dan jauh dari perawat
|
1
|
|||
8
|
Gunakan
tangan satunya, buka paket sesuai prosedur, tarik penutup dari sudut ke
belakang dan jangan menyentuh isi paket itu.
|
1
|
Tanggal:
|
|
Nilai
|
|
Pembimbing
|
|
Siswa
|

8
=
NILAI PRETEST/
RESPONSI = (nilai dalam puluhan)
=

2
=
Daftar Pustaka
Jamilah, Andi Sitti dkk. 2018. Keterampilan Dasar Tindakan Keperawatan (KDTK). Tangerang: In Media
Rosyidi, Kholid. 2013. Prosedur Praktik Keperawatan Jilid 1. Jakarta: TIM
Prodi D 3 Keperawatan Makassar. 2016. Praktikum Universal Precaution. https://www.slideshare.net/ardiners/universal-precaution-74930426 diakses tanggal 25 Juni 2019 jam 14.10
Prodi D 3 Keperawatan Makassar. 2016. Praktikum Universal Precaution. https://www.slideshare.net/ardiners/universal-precaution-74930426 diakses tanggal 25 Juni 2019 jam 14.10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar